Accra – Pemerintah Ghana menegaskan, proposal otonomi yang diajukan Maroko merupakan satu-satunya dasar yang realistis dan berkelanjutan untuk mencapai solusi yang dapat diterima bersama dalam penyelesaian isu Sahara Barat.
Sikap tersebut dituangkan dalam komunike bersama usai pertemuan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Marq
oko, Nasser Bourita, dengan Menteri Luar Negeri Ghana, Samuel Okudzeto Ablakwa, di Accra, Selasa (21/7/2026).
Ghana juga menyambut baik adopsi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2797 yang mendukung upaya Sekretaris Jenderal PBB beserta Utusan Pribadinya untuk memfasilitasi proses negosiasi berdasarkan proposal otonomi Maroko guna mencapai penyelesaian yang adil, langgeng, dan saling dapat diterima sesuai Piagam PBB.
Menurut komunike tersebut, dukungan Ghana memperkuat momentum internasional yang terus berkembang terhadap rencana otonomi Maroko dan kedaulatan Kerajaan Maroko atas wilayah Saharanya, sebagaimana didorong oleh Raja Maroko, Mohammed VI.
Kunjungan Bourita ke Ghana juga bertujuan memimpin bersama Sidang Ke-2 Komite Kerja Sama Bersama Maroko-Ghana bersama mitranya, Samuel Okudzeto Ablakwa.***


0 Komentar