Conakry — Pemerintah Guinea kembali menegaskan dukungannya terhadap klaim Maroko atas Sahara.
Guinea juga menyatakan rencana otonomi di bawah kedaulatan Maroko sebagai satu-satunya solusi untuk menyelesaikan sengketa Sahara.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri, Integrasi Afrika, dan Warga Guinea di Luar Negeri, Dr. Morissanda Kouyaté, dalam pembukaan Sidang ke-8 Komisi Kerja Sama Gabungan Maroko-Guinea di Conakry, Selasa (8/9/2026).
Sidang tersebut dipimpin bersama oleh Kouyaté dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, serta Warga Maroko di Luar Negeri, Nasser Bourita.
Kouyaté mengatakan Guinea mempertahankan sikap teguh dalam mendukung apa yang disebutnya sebagai “Moroccaness of the Sahara” serta kedaulatan Maroko atas wilayah tersebut.
Menurut dia, Guinea juga mendukung rencana otonomi di bawah kedaulatan Maroko yang telah diajukan Marokodi hadapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dukungan Guinea, lanjut Kouyaté, juga tercermin melalui pembukaan Konsulat Jenderal Guinea di Dakhla pada Januari 2020.
Keberadaan konsulat tersebut disebut sebagai bentuk nyata solidaritas dan konsistensi sikap Guinea terhadap posisi Maroko.
Sementara itu, Bourita menyampaikan apresiasi Pemerintah Kerajaan Maroko atas dukungan Guinea yang dinilai konsisten di berbagai forum regional maupun internasional, termasuk melalui keberadaan k exonsulat Guinea di Dakhla.

0 Komentar