Brussels – Uni Eropa (UE) menyatakan dukungannya terhadap peran Yang Mulia Raja Mohammed VI, Ketua Komite Al-Quds, dalam mendorong perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di Timur Tengah, khususnya terkait upaya penyelesaian konflik Israel–Palestina berdasarkan solusi dua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Komunike Bersama pada akhir Sidang ke-15 Dewan Asosiasi Maroko–Uni Eropa yang digelar di Brussels, Kamis (29/1/2026). UE menegaskan pengakuannya terhadap peran Raja Mohammed VI sebagai aktor tepercaya dan pembela perdamaian di kawasan tersebut.
Dalam komunike yang sama, UE juga menyambut baik peran Maroko yang dinilai konstruktif dan visioner dalam berbagai inisiatif kerja sama regional.
Salah satu fokus pembahasan adalah Inisiatif Negara-Negara Afrika Atlantik, sebuah inisiatif geostrategis yang diluncurkan oleh Raja Mohammed VI pada 2022.
Inisiatif tersebut melibatkan 23 negara Afrika yang berbatasan dengan Samudra Atlantik dan bertujuan membangun kawasan Afrika Atlantik sebagai ruang dialog dan kerja sama untuk mendorong stabilitas, pembangunan bersama, serta integrasi ekonomi regional.
Dialog politik Maroko–UE dalam forum tersebut menegaskan relevansi visi strategis Raja Mohammed VI dan peran Maroko sebagai mitra utama dalam penyediaan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan bersama di kawasan regionalnya.
Sidang ke-15 Dewan Asosiasi Maroko–UE dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita dan Perwakilan Tinggi UE Kaja Kallas, serta dihadiri Komisaris UE untuk Mediterania Dubravka Å uica dan sejumlah menteri luar negeri dari berbagai negara anggota Uni Eropa .

0 Komentar