PM Prancis Dukung Kedaulatan Maroko di Sahara


Rabat
– Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu, kembali menegaskan dukungan negaranya terhadap kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara bersifat "tidak tergoyahkan" (intangible). 

Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan resmi di Rabat, Kamis (16/7/2026).

Dalam konferensi pers usai memimpin Pertemuan Tingkat Tinggi (High-Level Meeting/HLM) bersama Kepala Pemerintahan Maroko, Aziz Akhannouch, Lecornu menegaskan bahwa posisi Prancis tidak akan berubah.

"Saya tegaskan kembali di sini, posisi ini bersifat tidak tergoyahkan. Sikap tersebut akan tetap sama dan kami akan terus bertindak sesuai dengan komitmen itu," ujar Lecornu.

Ia juga menekankan bahwa Prancis akan terus berdiri bersama Maroko secara setia dan konsisten. 

Menurutnya, sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam surat yang dikirim kepada Raja Mohammed VI pada peringatan Hari Takhta Maroko, 30 Juli 2024.

Dalam surat tersebut, Macron secara resmi menyatakan bahwa masa kini dan masa depan wilayah Sahara berada dalam kerangka kedaulatan Maroko.

Pernyataan Lecornu kembali mempertegas dukungan politik Prancis terhadap posisi Maroko dalam isu Sahara, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu persoalan geopolitik utama di Afrika Utara.

Pertemuan Tingkat Tinggi Maroko–Prancis ke-15 yang digelar di Rabat menjadi momentum untuk memperkuat Exceptional Reinforced Partnership atau Kemitraan Luar Biasa yang Diperkuat antara kedua negara. 

Kemitraan tersebut dibangun di bawah kepemimpinan Raja Mohammed VI dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dukungan yang kembali ditegaskan oleh pemerintah Prancis dinilai memperkuat hubungan bilateral kedua negara, sekaligus menunjukkan kesinambungan kebijakan luar negeri Paris terhadap isu Sahara.***

Posting Komentar

0 Komentar