Rabat - Pemerintah Kosta Rika menyatakan bahwa inisiatif otonomi yang diajukan Maroko merupakan solusi paling realistis untuk menyelesaikan sengketa wilayah Sahara.
Dalam pernyataan resmi, Kosta Rika menilai skema “otonomi di bawah kedaulatan Maroko” sebagai “solusi paling memungkinkan” untuk mengakhiri konflik regional di wilayah.
Sikap tersebut tertuang dalam deklarasi bersama yang ditandatangani seusai pertemuan antara Menteri Luar Negeri Maroko, dan Menteri Luar Negeri serta Urusan Keagamaan Kosta Rika, yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Maroko.
Dalam deklarasi itu, Kosta Rika menyebut inisiatif otonomi Maroko sebagai “dasar paling tepat, serius, kredibel, dan realistis” untuk mencapai solusi politik atas sengketa tersebut.
Kosta Rika juga menegaskan akan menjadikan posisi ini sebagai dasar dalam kebijakan politik, diplomatik, ekonomi, dan konsuler ke depan.
Selain itu, Kosta Rika menyambut adopsi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2797 tahun 2025, serta mengakui pentingnya isu Sahara bagi Maroko.
Negara tersebut juga menyatakan terus memantau perkembangan positif terkait isu ini di bawah kepemimpinan Raja.
Dalam deklarasi yang sama, kedua menteri turut menegaskan dukungan terhadap upaya Utusan Pribadi Sekretaris Jenderal PBB untuk Sahara dalam mendorong proses politik menuju penyelesaian definitif sengketa kawasan tersebut.

0 Komentar